Tampilkan postingan dengan label family. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label family. Tampilkan semua postingan

18.4.11

gerutu (12)

just so you know, i consciously gave instead of lent you some, hoping that you will stop nagging me with your 'when are you getting married' or 'do you have a boyfriend' questions. just so you know, it is things like these, that make me think gazillion times to marrying somebody who could not provide for the family. yes, it is advised for adults to marry in our religion. but it is also in god's will for married people to be responsible of their marriage. my parents provide to your parents' family. and now i provide to yours. in that definition, don't you think i'm married too?

27.1.11

by the way's (3)

why don't you ask your brother of why we don't want to get married?

5.11.10

i hope

i hope

you do understand

that they will get scholarship

married to their lovers

and have children of their own

while i may just stay as is

and as i catch the weariness of your voice

towards my wellbeing

i am fine. i can take care of myself.

it's you i'm worried about.

7.10.10

by the way's (2)

i thought we were dysfunctional, until you tell me that it was only because the grass is always greener on the other side.

6.10.10

taught but never learned

when we were toddlers you taught me how to save coins in a piggy bank. after you reminded me that unused money would turn into snakes, so your teacher told you. then you taught me how to play the intro of metallica's entersandman and gigi's kuingin after you taught me how to draw people in american comics. that was when we were teenagers. but for this age, even after i told you we can't live with them can't live without them, what most important is when you told me that the grass is greener on the other side. that was a how to in coping with them. and/or/especially him.

6.7.10

dancing barefoot

the baby boy would suddenly stop crying when hearing john mayer's waiting on the world to change. while the big baby whined to her caretaker the other day, 'mbak, kakak kan mau nyanyi ce-i-en-te-a.'

 

i'd still hug them just the same. more than just because music is universal.

21.5.10

eagle eye

kalo yang pake pita? mini? bukaaan. mini, tauk. buuukan, donang. mini, dek. bukan, mo, donang. mini. bukan, donang. mini, tuh, di kepalanya ada pita warna pink. kalo donal pake topi. bukan, mo, yang pake pita donang. *mulai tak sabar dan penasaran* mana, sih, pitanya, donal kan pake topi biru, donal nggak pake pi… *mulai menyadari sesuatu* oh, iya! si donal juga ada pitanya. iyaaa, donang yang pake pita, moooo *dengan sotoy dan sok cuek mainan senter.

 

*oh well, not even sharper than a pre-schooler, but i admit defeat. you won this time, big baby.*

19.2.10

berkah

tuhan, meskipun seringkali berpikir sebaliknya, terima kasih karena tidak menjadikanku sebagai anak tunggal.

it's always good to know that sibling is the one whose blood thicker to us than parents. where i always believe that we only got half blood from each side. while sharing the exact same amount of them with our siblings.

 

sugeng tanggap warsa, jeh!

30.9.09

life as we like it

cerita bude mono. biyen masiyo turu mesti gentenan karo papamu, aku tangi, papamu turu. saya kok yo seneng terus. endik sik cilik, mas mon gawene mung ngudang-ngudang endik wira-wiri nganggo kreto bayi. pram yo sik cilik. gawene ngalor-ngidul nggawani sarung bodhole papamu. yen mamamu teko sarunge diduduhke karo ngomong, 'mbak cicik, iki sarunge pak ipit. ini lho, baunya pak ipit,' karo diambungi kae. urip ra kroso susah. padahal mas mon yo ra kerjo. proyek mung siji loro. papamu, pak mamiek karo jenthit gawene klothek'an. thuthuk-thuthuk nggawe maket nganti didhodok tonggo teparo. tapi aku yo ra tau ngersulo, ra tau pengen mulih neng tegal opo piye ngono. mergo wong ra nduwe duwit kae umum. tapi ati rasane kok yo seneng terus.

 

setuju. tapi, ternyata masa indah memang harus dibayar suatu saat. walaupun seumpama memang bisa dibeli, saya akan pasti akan membeli lagi masa-masa serumah dengan semuanya. pak uk. om pa. pak hari. pak mantok. pak agus. om rudi. mas didik. pak ek. mas donny. hiburan-hiburan rakyat. scrabble. bridge. kadang-kadang tombok'an. porkas.

27.9.09

ohana

i never thought that eleven years could be considered as ‘just yesterday’. yet, it did. then again i felt that your living room did not use to be that small. it used to be not that shady too. i didn’t see the wooden ducks that used to park on the buffet. and those three boys. the last time i saw you, you lost a man. now you gained three! life could not be that bad. still, i could see in your eyes who you missed the most. i know things have changed since. couples separated. people drifted apart. family lost contacts. i understand why you’re holding on to past events that tight. i could see why writing things down is important for you. it’s been long that fond memories showed up to your door. because life had stopped when he’s gone. but tears must not come, though laughter is unbearable. so, i’m personally sorry if the fact that how we missed those old things have dragged our feet to your house today and it somehow made you sad to suddenly struck by some yesteryear’s stuff.

it’s exactly why we showed up today. we cannot promise you happier things for you to experience then recollect someday. but we’re here if you need to reminisce the joyful past. because one way or the other, we’re family.

 

for mas pram, mas endik, mas sonny and especially bude mono.

24.5.09

big girls ain't supposed to cry, if you do i'll understand..

i questioned myself of being sociopath

not only because changeling and oprah reruns

used it many times that day,

but most of all because

i went on with angels and demons

when i should have gone home and mourned,

even after i learned you were gone.

the flashing thoughts of how they must have felt

should have aggravated mine;

but you see, i could never discern,

whether these are of condolence or

a mere selfishness

yet, somehow, to some extent

i do miss you,

and wished it never happened.

or at least i had been more prepared.

 

24.05.2009

19.3.09

full of bulls

hey tori, all of your stories
make more sense these days
and i never wanted them
to be worth my while

greg laswell’s worthwhile

3.9.08

yang kita pernah

bermula dari kebiasaan rutin membaca kembali imel-imel lama di inbox, saya menemukan sebuah imel lama dari mantan rekan kerja, yang menanyakan status penerima bantuan di salah satu desa di sebuah kecamatan tempat saya pernah tinggal dulu nun jauh di . kemudian entah apa yang merasuki jiwa, saya menulis imel kepada beberapa mantan rekan kerja yang terdekat ketika masih di tempat itu dulu. saya berusaha mengenang masa lalu dengan mereka dengan berbagi hal-hal yang menurut saya cukup atau sangat berkesan. ternyata, meskipun dulu ketika di sana rasanya seperti di neraka –atau minimal di lapas nusakambangan–, saya merasa bahwa mungkin salah satu bagian hidup yang tidak akan pernah ingin saya hapus dalam hidup saya adalah masa-masa ketika di tempat itu.

 

 

lalu, hari ini, di media-media percakapan virtual saya memasang status 'apa kabar pak s******i'. beliau adalah yang imelnya tadi pagi saya temukan. beliau orang jawa yang lama tinggal di makassar yang pilihan katanya sudah sangat makassar tapi logat akan selalu tetap jawa.

 

 

lucunya, banyak rekan lama yang kemudian menyapa (mungkin karena mendapat imel saya dan melihat status itu) dan berbagi cerita tentang kehidupan mereka sekarang pasca hidup di 'neraka dunia' yang ternyata dirindukan itu. tentu saja disertai gegosipan yang saya lewatkan sejak saya memutuskan angkat kaki dari sana. banyak hal-hal menarik yang saya telah lewatkan. sebagian besar mengejutkan dan membuat saya merasa campur aduk. tapi, yah, mungkin itulah hidup. ceileee.. sok filosofis jadinya.

 

 

buat pembaca yang membaca postingan ini, maaf jika postingan kali ini terlalu internal. saya sedang agak mellow sedikit dan rindu masa muda. dan saya menyalahkan mick jagger untuk itu (dan juga tempat kerja saya sekarang hehe). masak katanya times change but the fascination stays, love wins but the passion just fades? frase pertama masa lalu. frase ke dua hidup saat ini. menohok sekali. sial.

7.4.08

nostalgila

alkisah, beberapa hari ini saya sedikit rindu masa muda ceria. walhasil, saya bernostalgila dengan membaca beberapa  e-mail yang pernah saya kirim ketika tinggal jauh di peradaban. sekarang, saya ingin membagi salah satunya dengan pembaca blog ini. semoga bisa menghibur.

Date: Wed, 15 Mar 2006 10:54:38 -0800 (PST)
Subject: [fsui-uk2k1] greeting from Teunom part 2: Alkisah Landlady yg (konon) Kemasupan

jadi pengen ikutan nimbrung..

ngga cuman insiden babi aja yang bikin yak yuuuk.. ada lagi insiden di pagi2 di saat semua staf palmer inggris dan denmark akan memulai harinya..

adalah insiden landlady yg meri-meri ngga jelas.. well, dibilang ngga jelas juga ngga, karena ada sebabnya, sebabnya adalah sang landlady (to whom danish redcross rent the office) yang murka (ya oloh bahasa gw!) karena antene parabolanya habis ditubruk salah satu driver british rc yg bernama mr. Ahmadi yg sejujur-jujurnya umat konon emang reputasinya kurang menyehatkan  dan walhasil akibat ulah mr. ahmadi anguslah decoder sang landlady yg klo ngga salah namanya cut sapa gitu.

kemudian, mengadulah si landlady kepadaku, lalu berkatalah aku padanya, wahai wanita berusia senja, hendaklah kamu berurusan dengan sang pengemudi yang gradak-gruduk tersebut, sebab sesungguhnya, ialah yg bertanggungjawab. lalu sang landlady yg merasa kurang puas mengadu kepada rekan kerjaku yang juga teman kita, yaitu ibu nofi heragoteng, dan darinya keluarlah jawaban yang kurang lebih sama denganku yg tentu saja kurang memuaskan hati sang landlady. selanjutnya, sang landlady segera mengkonfirmasi kehangusan dekoder miliknya kpd sang tersangka penghangus yaitu mr. ahmadi.

namun, apa yang terjadi? mr. ahmadi (just as i had figured) melarikan diri dari tanggung jawab dan berkilah bahwa dekoder itu hangus krn terlalu sering dipergunakan (dalam hati kuberkata 'yea rite! secara dekoder mbah gw yg umurnya udah 10 thn lebih dan dpake nonstop 24 jam aja kagak angus2'' meskipun mungkin jg dekoder itu salah makenya jd angus tanpa salah mr. ahmadi).. LALUUUUUU yang mengezutkan, krn merasa protesnya diabaikan mentah mateng, tiba-tiba sang landlady mulai meri-meri.. meri-meri seperti orang kemasupan.. pake lonjak-lonjak dan triak-triak (literally happened dan fakta tidak dibuat-buat) dan pamer harta kekayaan segala (ya oloh!). bu nofi heragoteng pun yg terpana melihatnya melonjak-lonjak terkena percikan amarah sang landlady, bukan begitu, bu?!?!?!

pada awalnya hanya ada aku, mr. ahmadi, landlady, logistic boy danish rc, serta anakku dan intan yg bernama salmon, namun, seperti layaknya orang indonesa, mendengar keributan semua orang berduyun-duyun datang menonton. mulai dari keluarga sang landlady, the genset boy, para staf british rc dan danish sampai masyarakat (ya oloh!). tetapi tiada yg dapat memadamkan amarah sang landlady, hingga tiba2 seorang kakek2 yg sebaya dengannya mengajaknya pergi.

sepeninggalnya, kami masih sedikit shock dan nofi heragoteng pun menjadi trauma hihihihi .. setelah itu ketika aku berkendara dg driver danish rc menuju melaboh, sang driver berkisah bahwa jika sedang meri-meri seperti tadi, itu dkarenakan sang landlady sdg dalam keadaan trans alias kemasupan..
menurutnya, jika itu adalah sang landlady sendiri, ia tidak mungkin akan meri-meri kepada kak nofi (this is bang yung's exact words, nof!).. aku sih tidak percaya.. i mean it was just an old lady being impossible.. namun, for the politeness sake aku hanya tersenyum dan mengangguk2.

anyway, that day was quite a wreck and so did the day after that.. wheew!

yah, dat's ol, kpn2 tante crita2 lg okeh???

PS: nof, tan, did you guys know that Bang Yung a.k.a Mr. Razami is a quite anak gaul pasi teubee, loch! otw to melaboh he greeted so many people, and he was acquainted with the tukang kain di pasar melaboh, tukang sepeda di terminal melaboh, tukang betulin pintu mobil di melaboh, sopir2 l300, trus juga abang2 jualan keureung di perbatasan melaboh.. and secara die jg sempet2nya potong rambut while waiting for jannah and i di bank..
ya oloh! metrosex jg dah tu ya!

9.10.07

rudi gibbon

saya suka sekali lagu ini. ada dua versi. freddy mercury's. dan sang gitaris brian may's (yang menjadi favorit saya). pertama kali dengar saya masih kuncup. zaman-zaman joe satriani, yngwie malmstein, dream theatre masih berjaya. ya iyalah kan saya di surockboyo, di mana musik yang jaya adalah musik rock.

tadinya, sih, lagu ini nggak menimbulkan kesan apapun. tapi akhir-akhir ini setiap kali denger lagu ini di mp3 (downloadan tentu!), saya jadi ingat rekan kerja ayah saya. yang juga sempat numpang tinggal di rumah kami. namanya rudi witantono. tapi orang-orang rumah saya mengenalnya dengan nama rudi gibbon. saya, sih, memanggilnya om rudi. entah kenapa dinamai gibbon. mungkin karena ukurannya. saya ingat betul beliau pernah bilang bahwa 90kg adalah berat teringannya.

si om rudi ini unik in his own way. suka makan. no wonder beratnya minimal 90kg. juara menghabiskan krupuk upil. rekornya adalah sekarung plastik ukuran satu kuintal. tiap kali kembali dari nganjuk, kampung halamannya, biasanya beliau selalu tak lupa membawa durian. ada dua macam. durian manis untuk saya. dan durian pahit untuk ibu saya. beliau juga paling suka sayur lodeh blendrang. bagi yang kurang akrab dengan istilah 'blendrang,' itu adalah istilah untuk sayur lama yang belum basi, tapi sudah berkali-kali diangetin. setiap kali bertemu dengan nenek saya, pasti pertanyaan pertamanya adalah 'wonten blendrang, mbah?' alias 'ada sayur blendrang, mbah?' nenek saya pun biasanya dengan spontan ngangetin sayur blendrang andalannya.

tidak hanya itu. dulu (sebenarnya sampai sekarang juga masih), saya sering sekali kehilangan barang-barang. bahasa prancisnya 'ketlingsut'. biasanya sebelum berangkat sekolah saya pasti menangis karena topi, atau kaos kaki, atau dasi saya hilang entah ke mana. dan biasanya om rudilah yang berhasil mencari dan menemukan barang-barang itu.

tapi, bukan hanya karena itu saya selalu teringat beliau ketika mendengarkan lagu ini. tetapi lebih karena beliau adalah penggemar berat queen. album queen milik beliau sangat lengkap. dari album pertama sampai terakhir plus kaset-kaset special edition milik queen. tidak hanya kaset-kaset queen, tetapi kaset-kaset ludruk kartolo cs. nya juga amat sangat lengkap. lewat beliau lah saya jatuh cinta pada ludruk. saya biasa meminjam kaset-kasetnya dan hampir tidak pernah mengembalikan kaset-kaset itu. untungnya beliau tidak sedikitpun merasa keberatan. beberapa malah masih sering saya dengarkan hingga detik ini.

sayangnya, apa yang dibilang queen benar. too much love will kill you. entah karena terlalu baik. terlalu banyak cinta yang dibaginya. atau mungkin tuhan hanya mengizinkan not that much love.

this entry is dedicated in loving memory of om rudi gibbon.
too much love will kill you. just as sure as none at all.

1.3.07

(not really) waiting in vain

today i spent almost all day at the hospital waiting for my cousin in labor. she was admitted to puri cinere at 7 pm yesterday evening and at this very moment she’s still gazillion hours away from seeing her baby girl. the waiting was pretty much like rachel’s on friends. literally gazillion babies have been delivered from various wombs since the moment she arrived until this very moment. imagine that! frustratingly exciting.


 


it was somewhat an experience, nevertheless. this has been the most appreciated waiting i have ever done. i saw anxious faces turning into relieved glistening faces. mothers turning into grandmothers. fathers become grandfathers. men and women altered into parents. what could be more adorable than to see a father walking from the waiting room to the babies’ room back and forth for a thousand times, looking as if he was about to tell just about everybody he met that he just had a baby?


 


one day, with the right sperm and the right moment, i might want this too.

14.4.06

he and i

please learn not to complain.
it's a choice. yours. take consequences.
i don't know what i want.
don't envy me. for having the car. or the free meals.
it's a choice. yours. take consequences.
i'm the poorest person in the universe.
it's not my fault you have to be on your own.
it's a choice. yours. take consequences.
i have to live anyway.
i'm actually proud of what you're doing.
i even love you, just so you know.
it's a choice. mine. consequences taken.

10.2.06

Spirou, in very loving memory


28 oktober 2002 - 6 januari 2006

maafkan. aku tak lagi bisa
mempertahankanmu. maafkan keterpakuanku pada perih di ujung perutmu.
atau nafas tersengal di ujung mulutmu.
maafkan karena bukan aku yang
di sana ketika kau berpamitan. maafkan bila aku hanya bisa menyeka
butiran air yang berlelehan keluar dari persembunyiannya setiap kali
mereka berceloteh tentangmu. meski mungkin tidak seperih memandang ibu
bapak yang terhanyut air bah. atau rumah warisan yang tertimbun lumpur.
aku memang tidak bisa sehisteris mereka. yang meraung-raung ketika
sadar kau akhirnya bebas. atau marah dan membanting barang-barang
karena kesal tanpa daya. dengan caraku aku mencoba untuk tidak
bertanya. namun, percayalah bahwa aku kehilanganmu.

aku tidak
akan pernah siap kehilanganmu. tetapi kau miliknya. sekarang ia yang
akan merawatmu. lebih baik dari aku. yakinlah. aku telah menitipkan
pesan padanya untuk menggaruk perutmu yang buncit pada malam-malam yang
dingin. juga memelukmu sesekali secara rutin, walaupun mungkin kau
sangat membencinya. seperti yang biasanya kukatakan padamu, ingatlah
bahwa kalau makan kan bisa kapan aja, tapi kalau peluk kan nggak? aku
hanya ingin kau tahu bahwa tidak ada yang ingin menyakitimu. semua
sayang padamu.

aku berterimakasih padanya. meskipun sebentar, ia
sempat mempercayakanmu kepadaku. aku tahu bahwa kau juga akan selalu
ingat padaku. karena aku akan selalu ingat tentangmu. sikap pengecut
dan pesimismu. hentakanmu yang bersemangat pada tubuhku. tampang bad
mood-mu karena tidur siang yang terganggu. pelukan ganjilmu yang
pertama dan terakhir pada mandimu yang terakhir. gigitan pertama dan
terakhirmu di telapak tangan kiriku. luka itu sudah tak sakit lagi.
setidaknya sudah tak sengilu rasa perih di bagian tengah dadaku jika
mengingatmu. aku sangat percaya bahwa ia pasti menjagamu dengan sangat
baik. walau aku akan rindu memeluk tubuhmu yang lembut dan mencium
aroma wangi punggung serta tengkukmu setelah mandi. mungkin suatu saat
aku akan bertemu lagi denganmu. kau akan tersenyum riang dengan bibir
merah muda yang merekah dan hidung pink yang basah. aku akan membawakan
tuna putih yang sangat kau suka. tanpa lalat-lalat. tanpa kutu-kutu dan
pinjal. tanpa erangan. tanpa perih. tanpa batu-batu sialan itu. tanpa
pedih. tetapi, untuk saat ini, aku merelakanmu untuk bersamanya. terima
kasih karena telah mempercayaiku dengan cintamu. aku sudah sangat
merindukanmu.

Spirou, you are free now. May you rest in peace. I love you and really really am missing you.

5.6.05

despite all the loathing


mungkin semua hanya karena aku tak pintar mengujarkan sayang
atau kau hanya terlalu sibuk menaruh impian
serta menagih pengharapan
asal kau tahu,
aku tak pernah ingin menjadi seorang ilmuwan
apalagi menumbuhkan uban-uban penanda seutas rasa percaya
sembari menambahkan kerut-kerut halus pada dahi
sebagai akibat dari indoktrinasi kepada segerombolan pemuda sarat idealisme
aku jauh dari pesimis, aku apatis
empatiku tentang hal-hal yang kau suka telah mati
diriku memang semata-mata tidak ingin bertaruh mencoba menjadi baik
sekarang hanya jahat yang mengendap di pikirku, di hatiku, di otakku, di nuraniku
kadang-kadang manusia tidak diizinkan untuk menikmati angannya
maka nikmatilah yang ada
sejujurnya, bagiku, kau adalah teman berbagi
tidak ada yang menampung amarah dan sekaligus minatku sepertimu
mendengarmu berkilo-kilo jauhnya dan masih mengerti ocehanku
seakan menghapus hari-hari saat aku menilaimu rendah
melenyapkan puluhan tahun masa-masa tanpa sega, nintendo dan barbie
meniadakan aturan tiran tentang kelas tiga ipa
atau sebuah tanggung jawab demi peringkat sepuluh besar di kelas
entah apakah aku pantas kau banggakan
sementara aku seringkali malu memilikimu
seumur hidup mungkin aku tidak akan pernah menyatakan apapun
tapi ingatlah bahwa sepertinya aku bukan lagi tabula rasamu
aku memang mencintaimu
dengan caraku sendiri

with the things you have and have not. forever you will always be what you are now.