it is when you pick me up when i am being melodramatic.
it is that unimportant.
pada sebuah mimpi ia mengulurkan tangannya padaku. mari susuri pelangi tanpa ujung ini bersamaku. setelahnya kita akan menyelam ke dalam bintang-bintang dan berjemur di atas awan-awan. meskipun ini sekadar mimpi, aku menggeleng. semahir apapun aku berimajinasi, aku tetap tidak ingin merasakan semunya bisa berenang. ini bukan bahtera nuh. aku tidak akan diterjang air bah bila menolakmu. tidak akan ada sepasang jerapah berleher panjang. atau sejoli babi yang bau. jikalaupun ada. seindah apapun kita berkhayal. semuanya pasti hilang dalam sehelaan nafas.
dosa apa saya kemarin. segala urusan tidak ada yang beres. diawali dengan urusan logistik kantor keparat yang seharusnya selesai sejak 3 bulan yang lalu. sejak sebelum puasa. pre papua. pre
sudah capek. letih. lemah. lesu. dan tak bersemangat hidup. masih harus ditambah bertarung melawan kemacetan. baru keluar dari kantor saja pemandangan sudah tidak mengenakkan. perempatan penuh mobil dari
it was not exactly a comfortable conversation. di pengkolan. macet. ngobrol sama alien. i cannot stand people starring. setelah agak lama akhirnya dapat metromini juga. saved by metromini. ternyata perjuangan tidak juga berhenti. bersama metromini lainnya masih ada 2 jam kemacetan yang harus diterjang. sialnya, sudah nyaris dekat rumah, ada berita dari para supir-supir angkot bahwa sungai di dekat rumah meluap. dammit. padahal hujan tidak sampai seharian. i felt sorry for those people living di bantaran sungai, though. ini memang fenomena yang terjadi di setiap hujan deras. see, bahkan i can no longer put keterangan waktu di situ, karena, yah, hujan dan banjir memang kurang bisa diramalkan. akhirnya setelah muter sana-muter sini dan sms sana-sms sini, akhirnya terbebas juga dari kemacetan dan kebanjiran. perjuangan hari itu diakhiri dengan jalan kaki sekitar
oh, life!
kamu pun sudah tahu sebenarnya seberapa menariknya dia. dia bukan kamu. lihat saja daftar panjang komentar di multiplynya. kamu pasti mengerti bahwa siapa saja yang daftar komentarnya berderet-deret pasti adalah dia yang disukai oleh banyak orang. ya sudah. itu jawabnya. jangan bertanya lagi. semua dugaan-dugaan itu bukan lagi asumsi. itu namanya kenyataan. maaf. tapi saatnya kamu menyadari. berhenti merengek. tidak akan ada yang mendengarkan. kalaupun ada, mereka juga pasti akan menjauh. sumpek dengar rengekan. apalagi dari kamu. diam sajalah. sudah bagus jika ada yang mendatangimu dan menyuruhmu diam. ingat kan apa yang lebih buruk dari dibenci. benar. tidak diacuhkan.
sudah mengerti sekarang?
| Rating: | ★★★★ |
| Category: | Other |
yang terhormat
semua yang merayakan hari mudik nasional dan sekaligus lebaran yang juga sempat atau suka mampir di halaman saya,
maaf jika saya belum (atau bahkan mungkin tidak akan pernah) sempat mengunjungi halaman-halaman anda semua. bukan sombong, tapi sampai internet itu benar-benar gratis tis tis tis, tampaknya gerak lompat halaman maya saya akan selalu terbatas.
maaf jika selama ini tulisan-tulisan di halaman saya ini menggelitik pelan, menghina jahat, menyinggung halus, menyindir kasar atau menghujam sadis ulu hati atau indera-indera perasa anda. mungkin itu semua tidak sengaja, tetapi lebih mungkin saya memang melakukannya dalam keadaan sadar dan sehat wal'afiat.
enjoy your te-ha-er!