23.4.08

petty shoes pretty you pity me

no.
don't mind me, just keep walking.
i'm just admiring your shoes
they shines, don't you know?
their glow match your tanned long legs
oh, yeah, and i also love their sound when you walk
it resonates through the strings of your dark hair,
who did them, by the way?
you look awesome.
it's a shame that ugly cart has to be in front of you
oh, that's your dad's master, i see.
you're gorgeous, don't worry.
you'll grow up just like your old man, only better.
you'll see. i promise.
when that day comes,
maybe i'll pet you in the head,
give you the sweetest apple i bet you'll love
polish your shoes to their finest glow
set you free from dragging that hideous cart
like black beauty you'll get to see meadows of the world
but i won't be riding on your back
as it's unjust to burden you
i would only sit, not far from you, staring at you,
your freedom and,
probably cry, with 'see you soon' echoing at the background
'till then, my dear brown beauty,
for now, i'll pray for that day to be.
 some late afternoons outside margo city. moved

7.4.08

nostalgila

alkisah, beberapa hari ini saya sedikit rindu masa muda ceria. walhasil, saya bernostalgila dengan membaca beberapa  e-mail yang pernah saya kirim ketika tinggal jauh di peradaban. sekarang, saya ingin membagi salah satunya dengan pembaca blog ini. semoga bisa menghibur.

Date: Wed, 15 Mar 2006 10:54:38 -0800 (PST)
Subject: [fsui-uk2k1] greeting from Teunom part 2: Alkisah Landlady yg (konon) Kemasupan

jadi pengen ikutan nimbrung..

ngga cuman insiden babi aja yang bikin yak yuuuk.. ada lagi insiden di pagi2 di saat semua staf palmer inggris dan denmark akan memulai harinya..

adalah insiden landlady yg meri-meri ngga jelas.. well, dibilang ngga jelas juga ngga, karena ada sebabnya, sebabnya adalah sang landlady (to whom danish redcross rent the office) yang murka (ya oloh bahasa gw!) karena antene parabolanya habis ditubruk salah satu driver british rc yg bernama mr. Ahmadi yg sejujur-jujurnya umat konon emang reputasinya kurang menyehatkan  dan walhasil akibat ulah mr. ahmadi anguslah decoder sang landlady yg klo ngga salah namanya cut sapa gitu.

kemudian, mengadulah si landlady kepadaku, lalu berkatalah aku padanya, wahai wanita berusia senja, hendaklah kamu berurusan dengan sang pengemudi yang gradak-gruduk tersebut, sebab sesungguhnya, ialah yg bertanggungjawab. lalu sang landlady yg merasa kurang puas mengadu kepada rekan kerjaku yang juga teman kita, yaitu ibu nofi heragoteng, dan darinya keluarlah jawaban yang kurang lebih sama denganku yg tentu saja kurang memuaskan hati sang landlady. selanjutnya, sang landlady segera mengkonfirmasi kehangusan dekoder miliknya kpd sang tersangka penghangus yaitu mr. ahmadi.

namun, apa yang terjadi? mr. ahmadi (just as i had figured) melarikan diri dari tanggung jawab dan berkilah bahwa dekoder itu hangus krn terlalu sering dipergunakan (dalam hati kuberkata 'yea rite! secara dekoder mbah gw yg umurnya udah 10 thn lebih dan dpake nonstop 24 jam aja kagak angus2'' meskipun mungkin jg dekoder itu salah makenya jd angus tanpa salah mr. ahmadi).. LALUUUUUU yang mengezutkan, krn merasa protesnya diabaikan mentah mateng, tiba-tiba sang landlady mulai meri-meri.. meri-meri seperti orang kemasupan.. pake lonjak-lonjak dan triak-triak (literally happened dan fakta tidak dibuat-buat) dan pamer harta kekayaan segala (ya oloh!). bu nofi heragoteng pun yg terpana melihatnya melonjak-lonjak terkena percikan amarah sang landlady, bukan begitu, bu?!?!?!

pada awalnya hanya ada aku, mr. ahmadi, landlady, logistic boy danish rc, serta anakku dan intan yg bernama salmon, namun, seperti layaknya orang indonesa, mendengar keributan semua orang berduyun-duyun datang menonton. mulai dari keluarga sang landlady, the genset boy, para staf british rc dan danish sampai masyarakat (ya oloh!). tetapi tiada yg dapat memadamkan amarah sang landlady, hingga tiba2 seorang kakek2 yg sebaya dengannya mengajaknya pergi.

sepeninggalnya, kami masih sedikit shock dan nofi heragoteng pun menjadi trauma hihihihi .. setelah itu ketika aku berkendara dg driver danish rc menuju melaboh, sang driver berkisah bahwa jika sedang meri-meri seperti tadi, itu dkarenakan sang landlady sdg dalam keadaan trans alias kemasupan..
menurutnya, jika itu adalah sang landlady sendiri, ia tidak mungkin akan meri-meri kepada kak nofi (this is bang yung's exact words, nof!).. aku sih tidak percaya.. i mean it was just an old lady being impossible.. namun, for the politeness sake aku hanya tersenyum dan mengangguk2.

anyway, that day was quite a wreck and so did the day after that.. wheew!

yah, dat's ol, kpn2 tante crita2 lg okeh???

PS: nof, tan, did you guys know that Bang Yung a.k.a Mr. Razami is a quite anak gaul pasi teubee, loch! otw to melaboh he greeted so many people, and he was acquainted with the tukang kain di pasar melaboh, tukang sepeda di terminal melaboh, tukang betulin pintu mobil di melaboh, sopir2 l300, trus juga abang2 jualan keureung di perbatasan melaboh.. and secara die jg sempet2nya potong rambut while waiting for jannah and i di bank..
ya oloh! metrosex jg dah tu ya!

3.4.08

silver year

age is strictly a case of mind over matter. if you don't mind, it doesn't matter.
- jack benny-

the thankyou notes are for:
the dream job.the 4 percents increase.the appraisal bonus this year.meeting mads again after all these times.unexpected free meals.all of those unmentionable agreeable surprises.

yet, the wishlist follows:
no more honorable insignia of long service in this warfare, please.more unexpected life bonuses.simply more great things and less worst things.being happier than previously.

25 is an automorphic number. hopefully this will be an automorphic year.

27.3.08

Apel

Rating:★★★★
Category:Music
Genre: Miscellaneous
Artist:Gombloh


agak bingung nge-rate video ini. dari segi lagu, sih cheesy hahahahahahaha. tapi dari segi niat untuk menghibur tentunya bintang lima saja tidak cukup, karena video ini sangat pantas diberi bintang tujuh (biar nggak pusing).

but then again, kapan lagi kita lihat titi qadarsih ngegelendot manja kepada soedjarwoto soemarsono alias gombloh? dengan rok balon dari bahan jeans. bergaya centil menggoda. seolah seperti anak gadis yang sedang jatuh cinta (kepada kakek-kakek ompong yang kumel.. anak gadis yang aneh).

ini versi tidak lengkapnya. di video klip resminya anda bisa melihat ada bambang gentolet segala. flirting sama kalo nggak salah nurul arifin.

yah, paling tidak video klip ini bisa dijadikan sarana nostalgia buat anda yang tumbuh di era selekta pop atau album minggu atau es-a-ef-a-er-i safari. selain itu, daripada bengong di bis surabaya-banyuwangi, mending ngakak nonstop liat ini.

how would you rate this one?

18.3.08

selamat tinggal

ternyata begini rasanya
mencungkil bungkil mati dari hati
tidak lagi sakit, hanya sedikit nyeri
sebentar saja
lalu hampa

banyak kata-kata yang sudah basi
karena aku terlalu sering mengulangnya

aku sudah siap membuangnya. sekarang.

healer

terimakasih.
‘kiki fatmala’ pun rasanya cukup.
aku sudah tertawa lagi.

mari,
kembali berdusta
bahwa kita saling membenci.

Will & Grace

Rating:★★★★★
Category:Other
Di blog yang lama, saya sudah pernah menyatakan kecintaan saya pada serial sitcom ini. Ya, Will & Grace. Bagi anda pecinta Friends, mungkin anda akan menganggap humor di serial ini terlalu kasar dan vulgar. Namun, bila anda se-bitter saya, saya jamin anda akan suka.

Entah mengapa saya tergila-gila dengan serial ini. Jika Friends lebih berhati-hati dalam bercanda, tidak demikian dengan Will & Grace. Serupa dengan sitcom apapun, Will & Grace juga senang menggunakan ironi. Antara lain dengan hadirnya tokoh Beverley Leslie, seorang homoseksual anggota partai Republik yang menikahi wanita kaya raya yang merupakan somebody di dunia jetzet Amerika. Beverley selalu bersikap seolah-olah ia adalah Republican sejati yang membenci kaum gay, padahal dirinya sendiri mempunyai seorang kekasih yang selalu disebutnya ‘business associate’ bernama Benji, pemuda kulit hitam berbadan bagus berusia jauh lebih muda darinya. Ironi juga seringkali ditampilkan secara visual, seperti dalam episode ‘The Mourning Son’ yang menceritakan ketika ayah Will, George Truman, meninggal. Pada suatu adegan dikisahkan di laundry room ketika Will memergoki ibunya menangis sendirian, ibu Will mengatakan bahwa Will ‘secretive and i don’t know where you get that from’ karena jarang bercerita tentang kehidupannya, lalu tiba-tiba keponakan Will masuk dan bertanya, ‘Grandma, what are you doing here?’ dan ibu Will menjawab ‘making cupcakes, darling.’

Tidak hanya itu, serial ini dengan terang-terangan berani menyajikan tentang stereotipe berbagai kaum. Seperti misalnya bangsa Yahudi yang distereotipekan pelit dan rakus, digambarkan dengan baik oleh karakter Grace. Grace Adler diceritakan sebagai wanita yang sangat demanding, pelit dan seorang food enthusiast. Lalu Rosario, pelayan Karen Walker, yang tidak jelas dari mana asal negaranya, atau yang menurut Karen dari ’Costa-Guata-Mexi-Rico’, mewakili gambaran imigran dari Amerika Latin yang meskipun memiliki sertifikat diploma untuk Psikologi Pendidikan, di Amerika hanya bisa ’dihargai’ sebagai pelayan, seperti kebanyakan imigran sejenis. Karen juga sering mengucapkan hal-hal ironis, sarkastis dan agak sadis seperti, ‘how dare you call me a racist? A homophobe? Maybe. Distrustful of the Spaniards? Who isn’t? But nobody calls me a racist. And you can ask anyone I own.’ Karena pada kenyataannya, Karen bersahabat dengan Jack yang jelas-jelas gay, banyak imigran Spanyol di Amerika yang konon berprofesi negatif seperti pencopet, serta memang Karen owns everyone.

Selain itu, Jack sebagai tokoh homoseksual yang digambarkan bodoh tetapi tetap memiliki hati nurani juga kerap kali menggunakan stereotipe-stereotipe untuk kaum gay, misalnya, ia pernah berkata bahwa NBC adalah stasiun televisi untuk homoseksual karena menggunakan lambang burung merak berwarna pelangi (merak dan pelangi seringkali dikonotasikan sebagai simbol untuk kaum gay). Tidak perlu tersinggung dan mencap bahwa serial ini rasis dengan penggunaan stereotipe-stereotipe itu, karena jika anda membenarkan dialog-dialog yang ada dalam serial ini, siapa tahu, sebenarnya anda sendiri yang rasis. Saya juga tidak menuduh. Santai saja.

Saya juga menyukai serial ini karena tiga hal, pertama hal-hal yang menurut saya oddly romantic, seperti misalnya ketika Grace menawarkan diri untuk menikahi pacar Will yang orang Kanada demi mendapatkan izin tinggal. Kedua, layaknya sitcom-sitcom lain, seleb Hollywood berlomba-lomba menjadi bintang tamu dalam serial ini, seperti Kevin Bacon dua kali menjadi bintang tamu. James Earl Jones, Britney Spears, Sharon Stone, Woody Harelson, Harry Connick Jr. dan tentu saja Cher si icon drag queen, pahlawan bagi Jack McFarland, hanya sedikit dari banyak lagi selebriti terkenal Hollywood yang pernah menjadi bintang tamu di serial ini. Dan yang ketiga referensi nama orang terkenal yang sering dimasukkan dalam humor-humor mereka seperti Jack yang menggunakan Boo Radley Hoo (tokoh dalam To Kill a Mockingbird) untuk mengucapkan ‘boohoo’. Atau seperti kata Will kepada Grace ‘it’s amazing how you go to bed looking like Courtney Cox (tokoh Monica Geller dalam Friends), and you wake up Courtney Love (musisi mantan istri alm. Kurt Cobain).’ Will & Grace menggunakan referensi mulai dari yang klasik hingga masa kini, sehingga orang dari zaman apapun bisa relate to their comedy.

Serial ini juga akan sering took you by surprise. Namun, solely from a personal view, saya akan merekomendasikan Will & Grace season ke delapan. Ini merupakan season favorit saya, yang juga merupakan season finale. Dari semua episode, saya paling menyukai episode terakhirnya ‘The Finale’ dan ‘Say Goodnight Gracie’ yang menurut saya lebih bagus dari episode terakhir Friends yang merupakan saingan Will & Grace (jujur saya pada awalnya tidak percaya pada review yang mengatakan finale Will & Grace lebih bagus dari pada ‘Friends’). Anyways, saya menyarankan agar anda menyaksikan episode finale ini terutama bagi anda yang percaya pada fate and destiny dan tentu saja friendship. Di episode ini anda akan tahu mengapa Will met Grace at the first place, juga what fate and destiny that brought them together. Sementara bagi anda yang percaya pada friendship, tentu anda akan setuju bahwa friendship doesn’t have to end despite the different path one takes. You will never know where life takes you. Friendship is never easy. But if you work on it, it may turn into‘a family that loves you and accepts you for who you are.’

PS: Sedikit spoiler alert, hampir sama dengan Friends, somebody was knocked up too. You just have to see it by yourself to know who did who.. oops, I mean who did what. Enjoy!